LiBURAN bingung cari tempat wisata yang asyik ,indah,memuaskan,menyenagkan dll di kota Bandung,aku punya usulan buat kalian yang bingung .di Kota Bandung banyak lho tempat yang bagus buat liburan,,ni aku kasih pilihan buat kalian.
CIWIDEY
Ciwidey adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung. Ciwidey merupakan salah satu tujuan wisata utama di Bandung karena kekayaan wisata alamnya seperti Wisata Petik Strawberry, Kawah Putih Gunung Patuha, Bumi Perkemahan Ranca Upas, Penangkaran Rusa Ranca Upas, Pemandian Air Panas Walini, Kolam Renang Air Panas Cimanggu, Perkebunan Teh Ranca Bali, Perkebunan Teh Gambung, Telaga atau Situ Patengan.
Ø Kawah Putih berada di puncak Gunung Patuha, Jawa Barat yang merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang memiliki ketinggian 2.434m di atas permukaan air laut. Kawah Putih merupakan salah satu kawah Gunung Patuha yang terletak di bagian timur laut (SE), selain kawah kering yang berada lebih tinggi di bagian barat daya (NW). Kawah Putih lebih menyerupai danau dangkal dengan airnya yang berwarna putih kehijauan.
Ø Kawah Putih berada di puncak Gunung Patuha, Jawa Barat yang merupakan gunung berapi tipe stratovolcano yang memiliki ketinggian 2.434m di atas permukaan air laut. Kawah Putih merupakan salah satu kawah Gunung Patuha yang terletak di bagian timur laut (SE), selain kawah kering yang berada lebih tinggi di bagian barat daya (NW). Kawah Putih lebih menyerupai danau dangkal dengan airnya yang berwarna putih kehijauan.
Ø Bumi Perkemahan Ranca Upas adalah salah satu obyek wana wisata di daerah Ciwidey, Bandung Selatan. Tidak hanya pecinta alam yang menggunakan tempat ini untuk berkemah atau melakukan aktivitas alam lainnya. Wisatawan yang sedang berekreasi ke daerah Ciwidey pun dapat menyempatkan diri untuk mengunjungi obyek wana wisata ini. Lokasinya tidak jauh dari gerbang utama Kawah Putih Ciwidey, sebelum memasuki kawasan Perkebunan Teh Ranca Bali.
Ø Obyek wana wisata Bumi Perkemahan Ranca Upas memiliki area seluas 215 ha memiliki kekayaan alam perbukitan serta hutan alam yang sangat luas. Di atas ketinggian sekitar 1.700 dpl, hawa yang sangat sejuk di kisaran 18-23C menambah suasana alam di kawasan ini semakin memikat. Hutan alam di kawasan ini ditumbuhi beberapa jenis pepohonan seperti Puspa, Jamuju, Huru, Kitambang, Kihujan, Hamirung, Kurai dan Pasang. Sementara fauna yang dapat ditemukan antara lain burung tekukur, gagak, elang serta surili, monyet dan macan [1].
Ø Pengunjung akan dimanjakan oleh adanya obyek Penangkaran Rusa Ranca Upas seluas 4-5 ha yang berada di dalam kawasan ini. Kawanan rusa tipe jinak yang pada awalnya didatangkan dari Kebun Binatang Ragunan Jakarta menjadikan daya pikat tersendiri obyek wana wisata Bumi Perkemahan Ranca Upas ini [1].
Ø Bandung emang kecil, tapi kalo emang niat mau ngunjungi area wisata yang ada di sekitar Bandung, mungkin waktu seminggu gak akan cukup kesampean semua. Salah satu kawasan wisata yang menjadi objek tujuan wisata bagi wisatawan lokal maupun luar kota adalah Ciwalini.
Ø Ciwalini merupakan salah satu tempat wisata air di belahan Bandung Selatan. Terletak di tengah-tengah perkebunan teh di Ciwidey menambah indahnya pemandangan sekitar tempat wisata, tapi sayang, pas maen kesana cuaca lagi gerimis, jadi gak bisa nikmatin indahnya perkebunan teh yang terbentang luas, soalnya ketutup kabut.
Ø Wisata air Ciwalini merupakan wisata ari panas dengan fasilitas yang cukup lengkap. Fasilitas yang disediakan disana diantarnya adalah, toilet, tempat parkir yang cukup luas, beberapa kolam air panas dengan kedalaman yang berbeda, saung2, foodcourt, tempat berendam pribadi (wuih, airnya panas bgt), dan beberapa fasilitas lainnya. Setiap hari libur, kawasan ini selalu di penuhi oleh para wisatawan yang ingin merasakan air panas alam dengan pemandangan yang indah, dan hawa yang sejuk. Para wisatawan yang datang tidak hanya wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan dari luar kota.
Ø Selain sebagai wahana wisata air, di Ciwalini juga menyediakan berbagai jenis permainan, diantaranya adalah motor ATV, flying fox, waterboom, dan ada beberapa permainan lainnya.
Ø Karena waktu kesana lagi gerimis, jadi gak bisa nyoba-nyoba permainan yang ada disana. Yang agak disayangkan disana adalah kondisi airnya yang agak kotor. Tapi bagi yang pengen berendem, disana disediakan kamar mandi untuk berendam, tapi airnya panas bgt euy.
Ø
PANGALENGAN

Perjalanan menuju ke Pangalengan dari Bandung, tepatnya di daerah Banjaran, kita akan disuguhi dengan pemandangan banyaknya sarana transportasi darat “dokar” yang ditarik oleh seekor kuda. Banyaknya “dokar” berjajar di pinggir jalan, seakan terminal kendaraan berkuda ya. Sarana trnasportasi jenis ini memang akan banyak kita jumpai di kota-kota kecil di wilayah Bandung selatan, termasuk Pangalengan dan Ciwidey.

Semakin mendekati Pangalengan, kita akan disuguhi oleh keindahan perbukitan hijau yang ditanami aneka sayuran dan buah-buahan dan juga perbukitan teh. Pangalengan cukup terkenal dengan penghasil aneka sayuran hijau yang dikirim ke beberapa kota di Indonesia. Ditambah dengan hawa yang sangat sejuk, perjalanan menuju Pangalengan akan menjadi pengalaman yang sungguh menyenangkan.

Tidak perlu khawatir jika Anda bermaksud membeli oleh-oleh atau penganan khas Pangalengan, karena di kanan kiri jalan kita akan mendapati pusat oleh-oleh khas Pangalengan. Anda bisa membeli aneka permen dengan aneka rasa seperti Milk Caramel dan Strawberry, juga Krupuk Susu, Rengginan, dan aneka Dodol Susu.
SUBANG
Wisata Air Panas Sari Ater Subang, REKREASI SAMBIL TERAPIAir panas di tempat wisata Sari Ater,Subang, merupakan salah satu wisata alam terbesar di Jawa Barat.Selain berekreasi,wisata air panas ini bisa dimanfaatkan untuk terapi penyakit. Berlokasi di Jalan Raya Ciater,Kabupaten Subang, tempat wisata Sari Ater ini pada mulanya merupakan lahan hutan belukar yang angker.Namun setelah dibuka oleh orang sakti bernama,Embah Ebos,nuansa angker itu sedikit demi sedikit terkikis.Awal mula nama Ciater pun bermula dari kisah ini. Sekitar tahun 1960-an, atas jasa Embah Ebos ini, hutan di kawasan itu diubah menjadi lahan perkampungan dan diberi nama Ciater.Pada saat itu, masyarakat setempat mengalami kekurangan air bersih. Lantas seseorang bernama Embah Tajimalela mencoba memotong pohon ater.
Dari pohon itu ternyata keluar air yang cukup deras.Maka dari legenda itulah warga menjuluki air ater atau Ciater yang berarti air yang memancar. Pancaran air yang keluar dari pohon ater diyakini oleh warga memberi khasiat untuk mengobati sejumlah penyakit, terutama penyakit kulit. Keyakinan itu pulalah yang dibenarkan oleh bangsawan Belanda, Mr Hack Bessel, setelah melakukan penelitian terhadap air berkhasiat. Keberadaan objek wisata air panas Ciater,baru dibenahi pada 1968.Pada waktu itu Pemerintah Kabupaten Subang menunjuk Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk mengembangkan wisata air panas.
Manajer pertama yang mengelola wisata itu adalah Sahro dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Subang. Untuk pengelolaan lebih serius dan profesional, pada 20 Maret 1974, pengelolaan objek wisata air panas diserahkan kepada PT Sari Ater yang dipimpin oleh HA Soewarman. Pergantian pengelola itu dilakukan pada saat Pemerintahan Letkol Atju Syamsudin.
”Bertambahnya waktu, kita berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada tamu. Dengan demikian, dari tahun ke tahun akan mengalami peningkatan jumlah yang datang ke sini,” ujar Public Relation PT Sari Ater, Subang,Tasyrif Hidayat kepada SINDO. Hidayat memaparkan, ribuan pengunjung yang datang setiap harinya, kebanyakan dipadati wisatawan yang hendak terapi air panas. Dari hasil analisis Balneologi Sumber Air Panas, menyimpulkan kandungan yang berada di dalam air panas Sari Ater bisa menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti rematik, kerusakan pada anggota gerak, gangguan kandungan, sistem syaraf,penyakit kulit,dan kerusakan yang disebabkan olahraga. Kendati demikian, dengan fungsi dan khasiat yang terkandung dalam air panas tersebut tidak melulu menjadi barang jualan untuk mendatangkan wisatawan ke wisata alam yang terletak di Selatan Kabupaten Subang itu.Menurut Hidayat, dari tahun ke tahun pihaknya selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan menambah fasilitas bagi pengunjung. ”Wisatawan yang datang tidak hanya dimanjakan dengan air panas,juga sejumlah fasilitas hiburan lain pun kita terus tingkatkan sehingga kebutuhan yang diinginkan oleh tamu bisa terpenuhi di dalam area wisata,”imbuhnya.
Fasilitas yang dimiliki Wisata Alam Air Panas Sari Ater di antaranya sarana akomodasi berupa bungalo,sarana makan-minum, kolam renang air panas, area bermain anak, remaja, dan keluarga, Ciater Hilltop Permanent Track, Ulo Sari Water Slider dengan ketinggian 6,10 meter dan total panjang 49 meter, Outbond, Air Soft Gun, Buggy Cart Off Road,Mini Komedi Putar, serta fasilitas rekreasi lainnya. Untuk tiba di lokasi area wisata air panas,dapat ditempuh dengan mudah. Dari pusat ibu kota Jawa Barat, Bandung, hanya berjarak 32 km, membutuhkan waktu 30 menit ke arah Subang Kota. Sementara dari arah Jakarta memerlukan waktu tiga jam, melalui tol Sadang, Subang Kota. Jadi tidak mengherankan jika dalam satu bulan Wisata Ciater bisa dikunjungi ratarata hingga 60.000 orang. Tidak hanya berasal dari lokal Jawa Barat, melainkan kota-kota besar di Indonesia juga banyak yang datang. Bahkan dari pantauan SINDO di lokasi,tidak sedikit tamu yang berasal dari luar negeri, seperti dari Timur Tengah. (annas nashrullah)
LEMBANG
Ø Berjarak sekitar 15 Km dari pusat kota Bandung terdapat kota kecil bernama Lembang. Terletak di kaki Gunung Tangkuban Perahu, Lembang memiliki udara yang sejuk dan bersih, juga sebagai pusat untuk anda yang akan menikmati wisata di Bandung Utara. Di lembang banyak terdapat penginapan / hotel baik melati sampai hotel berbintang seperti Grand Hotel Lembang. Tidak jauh dari Lembang terdapat tempat bernama Maribaya, dimana terdapat pemandian air panas alami dan tempat hiking yang terkenal di kota Bandung.
Lembang menawarkan pemandangan yang indah, beberapa lokasi bisa dijangkau menggunakan kendaraan, beberapa memerlukan jalan kaki untuk mengunjunginya.
Sekitar 2 Km dari lembang, terdapat tempat wisata pemandangan bernama “ Gunung Batu” dari sini anda bisa melihat pemandangan pandung 360 derajat. Dari Gunung Batu anda bisa berjalan kaki ke Bandung dengan pemandangan indah selalu di depan mata anda.
Hanya beberapa menit dari lembang terdapat Maribaya, sebuah pemandian air panas alami yang terkenal. Anda juga bisa berwisata mengeliling kota lembag & maribaya dengan menggunakan delman atau menaiki kuda yang banyak terdapat di sini.
Lembang menawarkan pemandangan yang indah, beberapa lokasi bisa dijangkau menggunakan kendaraan, beberapa memerlukan jalan kaki untuk mengunjunginya.
Sekitar 2 Km dari lembang, terdapat tempat wisata pemandangan bernama “ Gunung Batu” dari sini anda bisa melihat pemandangan pandung 360 derajat. Dari Gunung Batu anda bisa berjalan kaki ke Bandung dengan pemandangan indah selalu di depan mata anda.
Hanya beberapa menit dari lembang terdapat Maribaya, sebuah pemandian air panas alami yang terkenal. Anda juga bisa berwisata mengeliling kota lembag & maribaya dengan menggunakan delman atau menaiki kuda yang banyak terdapat di sini.
BUAT PELENGKAP LIBURAN KITA ADA PILIHAN WISATA KULINER YANG ENAK MURAH DAN BISA MELIHAT PEMANDANGAN INDAH….
Sejak lama Kota Bandung dikenal memiliki udara yang sejuk dan pemandangan alam yang indah. Kini seiring dengan perkembangan jaman, Bandung mendapat tambahan gelar sebagai ibu kota kuliner. Lalu apa jadinya jika sejuk dan indahnya panorama Paris Van Java bepadu dengan nikmatnya kuliner khas Parahyangan?
Ingin merasakan sensasi tersebut, cobalah berkunjung ke kawasan wisata Punclut. Di kawasan yang terletak di ketinggian 1000m DPL ini terdapat puluhan rumah makan khas Sunda yang buka hingga dini hari. Berbagai menu khas Sunda seperti nasi merah, ayam bakar, pepes impun atau tutut siap memanjakan lidah anda ditengah dinginya udara Punclut di malam hari. Kawasan Wisata Punclut atau Puncak Ciumbuleuit terletak di kawasan Bandung Utara. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat kota. Ini membuat Punclut kerap dijadikan tempat rekreasi malam mojang dan jajaka kota kembang. Kawasan wisata Punclut hanya berjarak tempuh kurang lebih 10 menit dari kampus Universitas Katholik Parahyangan Jalan Ciumbuleuit.
Yang menarik dari puluhan rumah makan yang ada di Kawasan Punclut adalah jam operasional yang buka hingga dini hari. “Kalau weekend ema mah bisa buka warung sampe 24 jam,” tutur Ma Ratna salah satu pengelola ruah makan khas Sunda di kawasan Punclut kepada AdaDiskon, Senin (25/10/2010).
Selain itu, konstruksi deretan rumah makan yang dibangun diatas tebing atau jurang memberikan sensasi lain kepada para pengunjungnya. Konstruksi rumah makan yang sengaja dibangun dengan konsep terbuka, membuat para pengunjung bisa menikmati pemandangan hamparan Kota Bandung dari ketinggian. “Asyik kalau malam hari, sambil makan malam bisa nikmatin pemandangan kerlap-kerlip lampu kota,” tutur Anissa sambil asyik menikmati makan malam bersama rekan-rekanya.
Dari puluhan menu khas Sunda yang disajikan, anda akan menemukan beberapa menu spesial yang akan sulit ditemui di tempat lain. Sebut saja nasi merah dan gulai tutut, keduanya siap memanjakan lidah anda. “Paling top disini pais (pepes) impun, ga akan nemu di tempat lain deh,” ujar Anissa sambil menunjukan pais ikan impun pesananya.
Anda tidak perlu khawatir dengan harga yang dibandrol disini. Para pengelola rumah makan di Punclut rata-rata menjual makanan dengan kisaran harga Rp.1.000,00 hingga Rp.10.000,-. Satu paket nasi merah dan ayam bakar misalnya, bisa anda nikmati dengan hanya merogoh kocek Rp. 15.000.
ARCAMANIK
Wana wisata ini terdiri dari hutan tanaman campuran (pinus, cemara dll). Sumber air yang ada berupa mata air yang ada saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung dan masyarakat setempat.
Potensi visual lansekap di dalam kawasan yang menarik antara lain adalah hutan alam, hutan tanaman campuran, pemandangan kota Bandung dan udara dataran tinggi yang sejuk.
Kegiatan wisata di WW Oray Tapa adalah berkemah dan pemandian alam di mata air.
Sejak pertengahan September 1997, hutan pinus di petak hutan 41 terdapat sumber air yang justru muncul pada saat musim kering. Sumber mata air ini menjadi terkenal setelah seorang penderita lumpuh dari Antapani Bandung datang dan mandi di lokasi tersebut. Sebelumnya ia mengaku mendapat mimpi yang menurut keyakinannya merupakan ‘wangsit’ (petunuk dari Yang Maha Kuasa) agar ia mandi di sebuah pancuran yang baru timbul di hutan bertumbuhan pinus itu. Kebetulan penderitanya selama 6 tahun itu selesai begitu usai mandi di pancuran tersebut. Kemudian disusul oleh 4 orang lainnya yang menderita berbagai penyakit termasuk seorang dari Majalaya yang sudah lama berpenyakit menggigil dan kaki tangannya kaku. Selesai mandi di sana lelaki asal Majalaya ini langsung berangsur sembuh dan pulang dalam keadaan bugar kembali.
Dua sumber air yang keluar dari tebing itu kini diatur dan ditertibkan dengan mengalirkannya pada 9 pancuran dan untuk sementara disekat-sekat.
Wana wisata in dapat dicapai dari Kecamatan Cicadas (11 km), Ujung Berung (13 km), Cicalengka (25 km) dan dari Kabupaten/Kodya Bandung (17 km), dari Garut (53 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan sedikit jalan batu, tetapi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Sarana transportasi umum yang ada berupa ojek dan colt.
Potensi visual lansekap di dalam kawasan yang menarik antara lain adalah hutan alam, hutan tanaman campuran, pemandangan kota Bandung dan udara dataran tinggi yang sejuk.
Kegiatan wisata di WW Oray Tapa adalah berkemah dan pemandian alam di mata air.
Sejak pertengahan September 1997, hutan pinus di petak hutan 41 terdapat sumber air yang justru muncul pada saat musim kering. Sumber mata air ini menjadi terkenal setelah seorang penderita lumpuh dari Antapani Bandung datang dan mandi di lokasi tersebut. Sebelumnya ia mengaku mendapat mimpi yang menurut keyakinannya merupakan ‘wangsit’ (petunuk dari Yang Maha Kuasa) agar ia mandi di sebuah pancuran yang baru timbul di hutan bertumbuhan pinus itu. Kebetulan penderitanya selama 6 tahun itu selesai begitu usai mandi di pancuran tersebut. Kemudian disusul oleh 4 orang lainnya yang menderita berbagai penyakit termasuk seorang dari Majalaya yang sudah lama berpenyakit menggigil dan kaki tangannya kaku. Selesai mandi di sana lelaki asal Majalaya ini langsung berangsur sembuh dan pulang dalam keadaan bugar kembali.
Dua sumber air yang keluar dari tebing itu kini diatur dan ditertibkan dengan mengalirkannya pada 9 pancuran dan untuk sementara disekat-sekat.
Wana wisata in dapat dicapai dari Kecamatan Cicadas (11 km), Ujung Berung (13 km), Cicalengka (25 km) dan dari Kabupaten/Kodya Bandung (17 km), dari Garut (53 km). Kondisi jalan umumnya beraspal dan sedikit jalan batu, tetapi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat. Sarana transportasi umum yang ada berupa ojek dan colt.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar